Minggu, 15 Februari 2026

Published Februari 15, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

Puasa Ramadhan

Pengertian Puasa

Puasa secara bahasa yaitu al-Imsak atau menahan 

Secara Syara' Puasa yaitu menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, dari mulai munculnya fajar (awal masuk waktu sholat shubuh) sampai terbenamnya matahari (awal masuk waktu sholat maghrib).

Kewajiban Puasa Ramadhan

Dasar Kewajiban melakukan puasa Ramadhan yaitu terdapat pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah:183)

Keutamaan Puasa

Banyak keterangan terkait fadhilah badah puasa diantaranya:

Dalam Al-Qur'an  Allah SWT berfirman dalam potongan Surat Al- Ahzab ayat 35:

وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya: ...laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab: 35)

Salah satu Hadist menggambarkan keagungan bulan suci Ramadhan adalah:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ 

Artinya: Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu (HR Bukhari & Muslim ).

Dalam hadist Qudsi Allah SWT berfirman

كلُّ حَسَنةٍ بعشرِ أمثالِها ، إلى سَبعِمائةِ ضِعفٍ، والصَّومُ لي وأَنا أجزي بِهِ

Artinya: Tuhanmu berfirman: Setiap amal kebaikan akan diberi pahala sepuluh kali lipat, hingga tujuh ratus kali lipat. Puasa adalah untuk-Ku, dan Aku akan memberinya pahala. Hadist ini Shohih yang tercantum dalam kutub as-sittah.

Hadist lain menyebutkan: 

لِلصَّائمِ فَرحتانِ: فَرحةٌ عِندَ فِطرِهِ، وفَرحةٌ يَومَ القيامةِ، ولَخُلوفُ فَمِ الصَّائمِ أطيَبُ عِندَ اللهِ مِن ريحِ المِسكِ
Artinya: Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan saat berbuka puasa, dan kegembiraan pada Hari Kiamat. Dan napas orang yang berpuasa lebih menyenangkan Allah daripada aroma kesturi. (HR. Bukhori & Muslim)

Ramadhan yang mulia akan segera tiba, termasuk yang dianjurkan dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah mempelajari hal-hal yang terkait puasa. Persiapan terbaik untuk bulan terbaik.


Read More

Minggu, 01 Februari 2026

Published Februari 01, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

MALAM NISHFU SYA'BAN

Diantara Kebisaan Nabi Muhammad SAW di bulan Sya'ban  

Nabi Muhammad SAW memiliki kebiasaan di bulan Sya'ban yaitu beliau banyak melakukan puasa di bulan ini. Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Sayyidah 'Aisyah ra, beliau berkata: "Di bulan Sya'ban Rasulullah SAW terus berpuasa sehingga kami beranggapan, beliau tidak pernah berbuka. Namun terkadang juga beliau tidak berpuasa, sehingga kami beranggapan beliau tidak pernah berpuasa. Aku tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak melebihi bulan Sya'ban" (Muttafaq 'alaih).

Dalam Hadist lain, dari Usamah bin Zaid ra berkata: " Aku berkata kepada Rasulullah SAW, aku tidak melihat engkau berpuasa di suatu bulan melebihi puasamu di bulan Sya'ban? "Rasulullah SAW menjawab: "Ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan inilah amal perbuatan manusia di angkat kepada Tuhan semesta alam. karena itu, aku senang saat amalku di angkat kepada Allah SWT, sedang aku dalam keadaan berpuasa". (HR. Imam an-Nasai ra)  

Keutamaan Malam Nishfu Sya'ban 

Malam Nishfu Sya'ban memiliki banyak keutamaan sehingga kita dianjurkan menghidupkan malam Nifhsu sya'ban dengan melakukan Taqarrub kepada Allah SWT dengan banyak ibadah dan doa sehingga sayang sekali kalau kita lewatkan, adapun diantara keterangan keutamaan malam Nishfu sya'ban sebagai berikut: 

Imam Taqiyyudin as-Subki ra, dalam tafsirnya mengatakan: "sesungguhnya menghidupkan malam Nishfu Sya'ban dapat menggugurkan dosa selama setahun. menghidupkan malam jum'at dapat menggugurkan dosa sepekan. dan menghidupkan malam Lailatul Qadar dapat menggurkan dosa seumur hidup.

Dari Sayyidah 'Aisyah ra sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Telah datang Jibril as kepadaku seraya berkata: "Malam ini adalah malam pertengahan dari bulan Sya'ban (Nishfu Sya'ban). Pada malam ini Allah SWT membebaskan orang-orang mu'min dari neraka sebanyak bulu kambing bani Kalb. dan Allah SWT tidak melihat (dengan pandangan rahmat) kepada: 1. orang yang musyrik, 2. Orang yang saling tidak menyapa (bermusuhan), 3. Orang yang memutus silaturrahim, 4. Orang yang menyeret / menurunkan pakaiannya ke tanah (sombong), 5. Orang yang durhaka kepada kedua orang tua, 6. Peminum Khamar." (HR. Imam al-Baihaqi ra).


Read More

Selasa, 13 Januari 2026

Published Januari 13, 2026 by Media Dakwah with 1 comment

KUA Pabedilan melakukan Kalibrasi arah Kiblat di Masjid perumahan D'Nirwana desa Silihasih Kecamatan Pabedilan



Kua Pabedilan ---- Dalam rangka memastikan ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sahnya shalat, KUA Pabedilan melaksanakan kegiatan kalibrasi arah kiblat masjid yang akan dibangun di perumahan D'Nirwana Desa Silihasih Kecamatan Pabedilan pada hari, Selasa(13/01/2025).

Terlaksananya kegiatan ini merupakan buah dari langkah responsif KUA mendeteksi kebutuhan masyarakat terhadap ketepatan arah kiblat terutama ketika akan ada pembangunan masjid di beberapa tempat di wilayah Kecamatan Pabedilan. 

Kepala KUA Pabedilan Sakruroji, S.Ag menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelayanan KUA kepada masyarakat dalam bidang ibadah.

"Kalibrasi arah kiblat ini penting untuk memastikan arah shalat kita sesuai dengan kaidah syariat. Kami dari KUA Pabedilan berkomitmen untuk terus mendampingi dan melayani kebutuhan umat, termasuk dalam urusan arah kiblat," ujar beliau.

Berikut Persyaratan Pengajuan Kalibrasi Arah Kiblat

1.Surat permohonan untuk pengukuran/kalibrasi Arah Kiblat yang ditujukan Kepada Kepala KUA         Kecamatan Pabedilan yang ditanda tangani oleh Pengurus / Lembaga  yang mengajukan
2. Surat pernyataan bahwa lokasi tersebut belum/tidak pernah diukur arah kiblatnya atau ingin di kalibrasi kembali arah kiblatnya
3. Denah lokasi yang bersangkutan dan menyertakan Nomor kontak person Pengurus yang mengajukan

  Prosedur

  1. Kepala KUA Kecamatan Pabedilan melakukan disposisi kepada Tim Pengukur/kalibrasi arah kiblat untuk menentukan jadwal pengukuran arah kiblat 
  2. Tim pengukur/kalibrasi arah kiblat melakukan pengukuran arah kiblat disaksikan oleh lembaga yang mengajukan dan pihak lain yang terkait.
  3. Setelah pengukuran arah kiblat dilaksanakan, maka Tim Pengukur/Kalibrasi Arah Kiblat akan membuat sketsa petunjuk arah kiblat yang benar pada lokasi yang bersangkutan.
  4. Setelah pengukuran/kalibrasi arah kiblat dilaksanakan dan telah jelas titik letak (koordinat) lintang dan bujur tempat, serta arah kiblatnya, maka langkah selanjutnya akan dibuatkan berita acara pengukuran yang di tanda tangani oleh tim pengukur dan beberapa saksi, serta akan di buatkan sertifikat pengukuran/kalibrasi arah kiblat lokasi yang bersangkutan.
Read More

Minggu, 07 Desember 2025

Published Desember 07, 2025 by Media Dakwah with 0 comment

Lima Obat Hati

 


5 Obat Hati

Seorang Ulama Sufi, Ibrahim Al-Khawwas berkata: 

دَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءٍ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ، وَخَلَاءُ الْبَطْنِ، وَقِيَامُ اللَّيْلِ، وَالتَّضَرُّعُ عَنِ السِّحْرِ، وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِينَ

Artinya, “Obat hati itu ada lima: mambaca Quran dengan merenungi (tadabbur) maknanya, mengosongkan perut (puasa), menegakkan malam (dengan beribadah), berdzikir khusyuk di waktu sahur, dan bergaul dengan orang-orang saleh.

Read More
Published Desember 07, 2025 by Media Dakwah with 0 comment

Perintah Tadabbur Al-Quran

 

Dalam kitab At-Tibyan Fi hamalatil Qur'an disebutkan bahwa ketika seorang membaca Al-Quran hendaknya membaca dengan keadaan hati yang khusyu' dan mentadabburi apa yang dibaca, sehingga ia tidak hanya mendapat keutamaan membaca Al-Quran, tapi juga memperoleh hikmah dari mentadabbur Al-Quran. 

Sebagaimana di sebutkan dalam Al-Quran Allah SWT berfirman,

أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an? .... (QS. An-Nisa : 82)

Dalam ayat lain disebutkan.

كِتَابٌ أَنزلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (Shad: 29)

Lalu apa yang dimaksud dengan tadabbur Al-Qur'an  

Seorang ahli Ilmu Fawwaz Ahmad Zamraly dalam bukunya Kayfa Tadabbur Al-Quran mengatakan bahwa tadabbur Al-Quran adalah kegiatan membaca Al-Quran yang dirangkaikan dengan pemahaman yang mendalam dan komprehensif terhadap apa yang dibaca dari ayat-ayat Al-Quran. Pembacaan ini disertai dengan hadirnya hati untuk menyelaminya dan menghayatinya, tunduk dan patuhnya seluruh anggota badan untuk mengamalkan segala sesuatu yang dituntut oleh Al-Quran untuk diamalkan.

Jadi, dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa ada tiga unsur penting dalam tadabbur Al-Quran, yaitu 1) membaca Al-Quran dengan lidah, 2) memahami dengan akal pikiran apa yang dibaca, 3) menghayati dengan hati apa yang dibaca, dan 4) mengamalkan dengan seluruh anggota badan apa yang dituntut oleh Al-Quran.

Fawwaz Ahmad Zamraly selanjutnya mengatakan bahwa, “Seorang mukmin yang berakal waras dan sehat, apabila dia membaca Al-Quran dia harus memahami, mendalami dan menghayati Al-Quran sehingga Al-Quran bagaikan cermin yang dengannya dia dapat melihat di dalam Al-Quran apa yang baik yang harus dilakukan, dan dapat melihat yang buruk yang harus ditinggalkan. Apa yang diminta ditinggalkan oleh Al-Quran, harus dia tinggalkan. Apa yang diminta ditakuti dari siksaannya, dia harus takuti. Apa yang dicintai dan disukai oleh Allah, harus dia penuhi dan mengharapkannya.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan, "Demi Allah, bukanlah cara mengambil pelajaran dari Al-Qur'an itu dengan menghafal huruf-hurufnya, tetapi menyia-nyiakan batasan-batasannya, sehingga seseorang dari mereka (yang tidak mengindahkan batasan-batasannya) mengatakan" Aku telah membaca seluruh Al-Qur'an', tetapi pada dirinya tidak ada ajaran Al-Qur'an yang disandangnya, baik pada akhlaknya ataupun pada amal perbuatannya."

Dari pembahasan ini semoga menjadi motivasi untuk lebih dekat dengan Al-Quran dengan tidak hanya istiqomah membacanya tapi juga mentadabburi Al-Quran.

 

وَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءٍ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ، وَخَلَاءُ الْبَطْنِ، وَقِيَامُ اللَّيْلِ، وَالتَّضَرُّعُ عَنِ السِّحْرِ، وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِينَ Artinya, “Obat hati itu ada lima: mambaca Quran dengan merenungi (tadabbur) maknanya, mengosongkan perut (puasa), menegakkan malam (dengan beribadah), berdzikir khusyuk di waktu sahur, dan bergaul dengan orang-orang saleh.”

Sumber: https://www.nu.or.id/hikmah/ibrahim-al-khawwash-ulama-sufi-pemilik-segudang-kata-mutiara-dPw5U


___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)
دَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءٍ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ، وَخَلَاءُ الْبَطْنِ، وَقِيَامُ اللَّيْلِ، وَالتَّضَرُّعُ عَنِ السِّحْرِ، وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِينَ Artinya, “Obat hati itu ada lima: mambaca Quran dengan merenungi (tadabbur) maknanya, mengosongkan perut (puasa), menegakkan malam (dengan beribadah), berdzikir khusyuk di waktu sahur, dan bergaul dengan orang-orang saleh.”

Sumber: https://www.nu.or.id/hikmah/ibrahim-al-khawwash-ulama-sufi-pemilik-segudang-kata-mutiara-dPw5U


___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)
Read More