Ulama berkata dalam sya'ir:
كُلُّ اْلحَوَادِثِ مَبْدَاهَا مِنَ النَّظَرِ وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغِرِ الشَّرَرِ
" Seluruh kejadian yang baru, pangkalanya dari pandangan mata
Api yang besar asalnya dari percikan api yang kecil*
* mayoritas penghuni api neraka itu adalah mereka yang suka meremehkan dosa
وَالْمَرْءُ مَا دَامَ ذَاعَيْنٍ يُقَلِّبُهَا فِي أَعْيُنِ اْلغِيْدِ مَوْقُوْفٌ عَلىَ اْلخَطَرِ
Manusia, selama ia masih punya mata yang senang melihat
Pada mata si cantik jelita maka akan membawa bahaya.
يَسُرُّ نَـاظِرَهُ مَا ضَرَّ خَاطِرَهُ لَا مَرْحَبًا بِسُرُوْرٍ جَاءَ بِالضَّرَرِ
Nikmat pandangan matanya dirasa berbahaya dalam hatinya.
Tidak ada ucapan selamat bagi kesenangan yang membawa bencana.
كَمْ نَظْرَةٍ فَعَلَتْ فِيْ قَلْبِ صَاحِبِهَا فِعْلَ السِّهَامِ بِلاَ قوْسٍ وَلاَ وَتَرِ
0 comments:
Posting Komentar