Selasa, 19 Mei 2026

Published Mei 19, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional

KUA Pabedilan. Tahun ini, Pemerintah Indonesia kembali memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu, 20 Mei 2026. 

Ada banyak faedah ketika dalam membaca dan memaknai sejarah-sejarah penting yang telah lalu bangsa kita, terutama era ketika bangsa ini berjuang penuh pengorbanan untuk mendapatkan kemerdekaan. 

Dilansir dari kanal Kementerian Agama, Muhammad Adib Abdushomad menyebut kita membutuhkan kebangkitan baru: kebangkitan yang tidak hanya simbolik, tetapi transformatif. Kebangkitan yang tidak hanya mengenang sejarah masa lalu, tetapi mampu membaca tantangan kekinian dan merumuskan solusi masa depan. Hari Kebangkitan Nasional bukan milik kelompok atau ormas tertentu, bukan milik elit politik tertentu, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia.

Kebangkitan termasuk momentum terpenting bagi kita hari ini. Untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. 

Editor : RH

Read More
Published Mei 19, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

Hadist Motivasi untuk menggapai cita-cita

 

احرِص على ما ينفعُكَ واستعِن باللَّهِ ولا تعجِزْ

Artinya:

“Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah Semangat).

HR. Muslim

Read More
Published Mei 19, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

Bahaya meremehkan dosa dan tidak menjaga pandangan

 Ulama berkata dalam sya'ir:

كُلُّ اْلحَوَادِثِ مَبْدَاهَا مِنَ النَّظَرِ    وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغِرِ الشَّرَرِ

" Seluruh kejadian yang baru, pangkalanya dari pandangan mata
Api yang besar asalnya dari percikan api yang kecil*

 

* mayoritas penghuni api neraka itu adalah mereka yang suka meremehkan dosa

 

وَالْمَرْءُ مَا دَامَ ذَاعَيْنٍ يُقَلِّبُهَا    فِي أَعْيُنِ اْلغِيْدِ مَوْقُوْفٌ عَلىَ اْلخَطَرِ

Manusia, selama ia masih punya mata yang senang melihat
Pada mata si cantik jelita maka akan membawa bahaya.

 

يَسُرُّ نَـاظِرَهُ  مَا ضَرَّ خَاطِرَهُ    لَا مَرْحَبًا بِسُرُوْرٍ جَاءَ بِالضَّرَرِ

Nikmat pandangan matanya dirasa berbahaya dalam hatinya.
Tidak ada ucapan selamat bagi kesenangan yang membawa bencana.

 

كَمْ نَظْرَةٍ فَعَلَتْ فِيْ قَلْبِ صَاحِبِهَا    فِعْلَ السِّهَامِ بِلاَ قوْسٍ وَلاَ وَتَرِ

Banyak pandangan yang mengganggu hati pemiliknya
Laksana serangan anak panah tanpa busur dan talinya
Read More

Minggu, 17 Mei 2026

Published Mei 17, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

FADHILAH 10 HARI PERTAMA BULAN DZUL HIJJAH


KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZUL HIJJAH

 

Memasuki bulan ke 12 tahun Hijriyyah tepatnya bulan Dzul Hijjah kita sebagai muslim diingatkan untuk terus bersemangat melakukan ibadah-ibadah. Bulan Dzul Hijjah memiliki keutamaan yang rugi kalau terlewat untuk mengamalkannya. Dalam Hadist terkait kemuliaaan Dzul Hijjah yang diriwayatkan oleh imam Bukhori dalam Kitab Riyadusholihin yaitu:


روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء

 

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.

 

Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“.


Hadis ini  menjelaskan bahwa pahala amal saleh selama hari-hari ini dilipatgandakan dengan cara yang tidak terjadi pada waktu lain. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memanfaatkan hari-hari ini dan meningkatkan ketaatannya selama hari-hari tersebut. Di antara amal ketaatan yang paling mulia selama hari-hari ini adalah dengan dzikir atau mengingat Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia. Bentuk dzikir yang paling agung adalah membaca Al-Quran, takbir, tahlil dan tahmid. Dalam Musnad Ahmad dan lainnya disebutkan:

 

وروى الإمام أحمد رحمه الله عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

وروى ابن حبان رحمه الله في صحيحه عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أفضل الأيام يوم عرفة.

 

Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid“.

Amal-amal saleh meliputi amalan wajib, semua amal kebaikan dan perbuatan baik, serta ibadah sunnah. Ini termasuk ibadah seperti salat, sedekah, dan puasa, terutama puasa pada Hari Arafah. Setiap amalan wajib yang dilakukan selama sepuluh hari ini lebih utama daripada amalan wajib yang dilakukan di waktu lain. Demikian pula, amalan sunnah yang dilakukan selama sepuluh hari ini lebih utama daripada amalan sunnah yang dilakukan di waktu lain. Ini juga termasuk menjauhi perbuatan-perbuatan haram dan dosa. Siapa pun yang menjauhi dosa selama hari-hari ini pasti akan menerima pahala yang lebih besar daripada jika mereka menjauhi dosa di waktu lain.

والله اعلم


Read More

Sabtu, 09 Mei 2026

Published Mei 09, 2026 by Media Dakwah with 1 comment

Ikrar Wakaf Musholla An Nahdliyah Desa Tersana

Pabedilan — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pabedilan Bapak Sakrurroji,  S. Ag selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) memimpin secara langsung proses ikrar wakaf yang dilaksanakan di Musholla An Nahdliyah Desa Tersana



Ikrar wakaf tersebut dilakukan oleh wakif Bapak H. Warsid, dengan Nazir adalah Bapak Ustadz Muhamad Shobur. Proses ikrar wakaf berlangsung dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan disaksikan oleh beberapa Staf KUA dan masyarakat sekitar musholla An Nahdliyah

Dalam pelaksanaan ikrar wakaf, Kepala KUA Kecamatan Pabedilan Bapak Sakruroji, S.Ag selaku PPAIW memastikan seluruh tahapan administrasi dan syarat hukum wakaf telah terpenuhi, sehingga wakaf yang diikrarkan memiliki kekuatan hukum dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan umat.

Kegiatan ikrar wakaf ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Muhamad Shobur memohon keberkahan atas wakaf yang telah diikrarkan agar membawa manfaat luas bagi umat. Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan.

Melalui pelaksanaan ikrar wakaf ini, Bapak Ade Susanto menyampaikan bahawa KUA Kecamatan Pabedilan berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat melakukan ikrar wakaf secara resmi di KUA di samping itu yang utama yaitu memberikan pelayanan prima dalam bidang perwakafan serta mendorong optimalisasi wakaf sebagai instrumen penguatan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat. 

Editor : RH


Read More

Rabu, 08 April 2026

Published April 08, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

Ucapan Selamat atas dilantiknya Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon H. Slamet, S. Ag., M.Pd.

 


Keluarga Besar KUA Kecamatan Pabedilan 

 mengucapkan

Selamat dan Sukses atas dilantiknya

H. Slamet, S.Ag., M.Pd.

Sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon.

Semoga Selalu di beri kemudahan dan kesuksesan dalam menjalankan Amanah. AMIN

Read More

Minggu, 15 Februari 2026

Published Februari 15, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

Puasa Ramadhan

Pengertian Puasa

Puasa secara bahasa yaitu al-Imsak atau menahan 

Secara Syara' Puasa yaitu menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, dari mulai munculnya fajar (awal masuk waktu sholat shubuh) sampai terbenamnya matahari (awal masuk waktu sholat maghrib).

Kewajiban Puasa Ramadhan

Dasar Kewajiban melakukan puasa Ramadhan yaitu terdapat pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah:183)

Keutamaan Puasa

Banyak keterangan terkait fadhilah badah puasa diantaranya:

Dalam Al-Qur'an  Allah SWT berfirman dalam potongan Surat Al- Ahzab ayat 35:

وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya: ...laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab: 35)

Salah satu Hadist menggambarkan keagungan bulan suci Ramadhan adalah:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ 

Artinya: Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu (HR Bukhari & Muslim ).

Dalam hadist Qudsi Allah SWT berfirman

كلُّ حَسَنةٍ بعشرِ أمثالِها ، إلى سَبعِمائةِ ضِعفٍ، والصَّومُ لي وأَنا أجزي بِهِ

Artinya: Tuhanmu berfirman: Setiap amal kebaikan akan diberi pahala sepuluh kali lipat, hingga tujuh ratus kali lipat. Puasa adalah untuk-Ku, dan Aku akan memberinya pahala. Hadist ini Shohih yang tercantum dalam kutub as-sittah.

Hadist lain menyebutkan: 

لِلصَّائمِ فَرحتانِ: فَرحةٌ عِندَ فِطرِهِ، وفَرحةٌ يَومَ القيامةِ، ولَخُلوفُ فَمِ الصَّائمِ أطيَبُ عِندَ اللهِ مِن ريحِ المِسكِ
Artinya: Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan saat berbuka puasa, dan kegembiraan pada Hari Kiamat. Dan napas orang yang berpuasa lebih menyenangkan Allah daripada aroma kesturi. (HR. Bukhori & Muslim)

Ramadhan yang mulia akan segera tiba, termasuk yang dianjurkan dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah mempelajari hal-hal yang terkait puasa. Persiapan terbaik untuk bulan terbaik.


Read More

Minggu, 01 Februari 2026

Published Februari 01, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

MALAM NISHFU SYA'BAN

Diantara Kebisaan Nabi Muhammad SAW di bulan Sya'ban  

Nabi Muhammad SAW memiliki kebiasaan di bulan Sya'ban yaitu beliau banyak melakukan puasa di bulan ini. Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Sayyidah 'Aisyah ra, beliau berkata: "Di bulan Sya'ban Rasulullah SAW terus berpuasa sehingga kami beranggapan, beliau tidak pernah berbuka. Namun terkadang juga beliau tidak berpuasa, sehingga kami beranggapan beliau tidak pernah berpuasa. Aku tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak melebihi bulan Sya'ban" (Muttafaq 'alaih).

Dalam Hadist lain, dari Usamah bin Zaid ra berkata: " Aku berkata kepada Rasulullah SAW, aku tidak melihat engkau berpuasa di suatu bulan melebihi puasamu di bulan Sya'ban? "Rasulullah SAW menjawab: "Ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan inilah amal perbuatan manusia di angkat kepada Tuhan semesta alam. karena itu, aku senang saat amalku di angkat kepada Allah SWT, sedang aku dalam keadaan berpuasa". (HR. Imam an-Nasai ra)  

Keutamaan Malam Nishfu Sya'ban 

Malam Nishfu Sya'ban memiliki banyak keutamaan sehingga kita dianjurkan menghidupkan malam Nifhsu sya'ban dengan melakukan Taqarrub kepada Allah SWT dengan banyak ibadah dan doa sehingga sayang sekali kalau kita lewatkan, adapun diantara keterangan keutamaan malam Nishfu sya'ban sebagai berikut: 

Imam Taqiyyudin as-Subki ra, dalam tafsirnya mengatakan: "sesungguhnya menghidupkan malam Nishfu Sya'ban dapat menggugurkan dosa selama setahun. menghidupkan malam jum'at dapat menggugurkan dosa sepekan. dan menghidupkan malam Lailatul Qadar dapat menggurkan dosa seumur hidup.

Dari Sayyidah 'Aisyah ra sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Telah datang Jibril as kepadaku seraya berkata: "Malam ini adalah malam pertengahan dari bulan Sya'ban (Nishfu Sya'ban). Pada malam ini Allah SWT membebaskan orang-orang mu'min dari neraka sebanyak bulu kambing bani Kalb. dan Allah SWT tidak melihat (dengan pandangan rahmat) kepada: 1. orang yang musyrik, 2. Orang yang saling tidak menyapa (bermusuhan), 3. Orang yang memutus silaturrahim, 4. Orang yang menyeret / menurunkan pakaiannya ke tanah (sombong), 5. Orang yang durhaka kepada kedua orang tua, 6. Peminum Khamar." (HR. Imam al-Baihaqi ra).


Read More

Selasa, 13 Januari 2026

Published Januari 13, 2026 by Media Dakwah with 1 comment

KUA Pabedilan melakukan Kalibrasi arah Kiblat di Masjid perumahan D'Nirwana desa Silihasih Kecamatan Pabedilan



Kua Pabedilan ---- Dalam rangka memastikan ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sahnya shalat, KUA Pabedilan melaksanakan kegiatan kalibrasi arah kiblat masjid yang akan dibangun di perumahan D'Nirwana Desa Silihasih Kecamatan Pabedilan pada hari, Selasa(13/01/2025).

Terlaksananya kegiatan ini merupakan buah dari langkah responsif KUA mendeteksi kebutuhan masyarakat terhadap ketepatan arah kiblat terutama ketika akan ada pembangunan masjid di beberapa tempat di wilayah Kecamatan Pabedilan. 

Kepala KUA Pabedilan Sakruroji, S.Ag menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelayanan KUA kepada masyarakat dalam bidang ibadah.

"Kalibrasi arah kiblat ini penting untuk memastikan arah shalat kita sesuai dengan kaidah syariat. Kami dari KUA Pabedilan berkomitmen untuk terus mendampingi dan melayani kebutuhan umat, termasuk dalam urusan arah kiblat," ujar beliau.

Berikut Persyaratan Pengajuan Kalibrasi Arah Kiblat

1.Surat permohonan untuk pengukuran/kalibrasi Arah Kiblat yang ditujukan Kepada Kepala KUA         Kecamatan Pabedilan yang ditanda tangani oleh Pengurus / Lembaga  yang mengajukan
2. Surat pernyataan bahwa lokasi tersebut belum/tidak pernah diukur arah kiblatnya atau ingin di kalibrasi kembali arah kiblatnya
3. Denah lokasi yang bersangkutan dan menyertakan Nomor kontak person Pengurus yang mengajukan

  Prosedur

  1. Kepala KUA Kecamatan Pabedilan melakukan disposisi kepada Tim Pengukur/kalibrasi arah kiblat untuk menentukan jadwal pengukuran arah kiblat 
  2. Tim pengukur/kalibrasi arah kiblat melakukan pengukuran arah kiblat disaksikan oleh lembaga yang mengajukan dan pihak lain yang terkait.
  3. Setelah pengukuran arah kiblat dilaksanakan, maka Tim Pengukur/Kalibrasi Arah Kiblat akan membuat sketsa petunjuk arah kiblat yang benar pada lokasi yang bersangkutan.
  4. Setelah pengukuran/kalibrasi arah kiblat dilaksanakan dan telah jelas titik letak (koordinat) lintang dan bujur tempat, serta arah kiblatnya, maka langkah selanjutnya akan dibuatkan berita acara pengukuran yang di tanda tangani oleh tim pengukur dan beberapa saksi, serta akan di buatkan sertifikat pengukuran/kalibrasi arah kiblat lokasi yang bersangkutan.
Read More

Minggu, 07 Desember 2025

Published Desember 07, 2025 by Media Dakwah with 0 comment

Lima Obat Hati

 


5 Obat Hati

Seorang Ulama Sufi, Ibrahim Al-Khawwas berkata: 

دَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءٍ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ، وَخَلَاءُ الْبَطْنِ، وَقِيَامُ اللَّيْلِ، وَالتَّضَرُّعُ عَنِ السِّحْرِ، وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِينَ

Artinya, “Obat hati itu ada lima: mambaca Quran dengan merenungi (tadabbur) maknanya, mengosongkan perut (puasa), menegakkan malam (dengan beribadah), berdzikir khusyuk di waktu sahur, dan bergaul dengan orang-orang saleh.

Read More
Published Desember 07, 2025 by Media Dakwah with 0 comment

Perintah Tadabbur Al-Quran

 

Dalam kitab At-Tibyan Fi hamalatil Qur'an disebutkan bahwa ketika seorang membaca Al-Quran hendaknya membaca dengan keadaan hati yang khusyu' dan mentadabburi apa yang dibaca, sehingga ia tidak hanya mendapat keutamaan membaca Al-Quran, tapi juga memperoleh hikmah dari mentadabbur Al-Quran. 

Sebagaimana di sebutkan dalam Al-Quran Allah SWT berfirman,

أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an? .... (QS. An-Nisa : 82)

Dalam ayat lain disebutkan.

كِتَابٌ أَنزلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (Shad: 29)

Lalu apa yang dimaksud dengan tadabbur Al-Qur'an  

Seorang ahli Ilmu Fawwaz Ahmad Zamraly dalam bukunya Kayfa Tadabbur Al-Quran mengatakan bahwa tadabbur Al-Quran adalah kegiatan membaca Al-Quran yang dirangkaikan dengan pemahaman yang mendalam dan komprehensif terhadap apa yang dibaca dari ayat-ayat Al-Quran. Pembacaan ini disertai dengan hadirnya hati untuk menyelaminya dan menghayatinya, tunduk dan patuhnya seluruh anggota badan untuk mengamalkan segala sesuatu yang dituntut oleh Al-Quran untuk diamalkan.

Jadi, dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa ada tiga unsur penting dalam tadabbur Al-Quran, yaitu 1) membaca Al-Quran dengan lidah, 2) memahami dengan akal pikiran apa yang dibaca, 3) menghayati dengan hati apa yang dibaca, dan 4) mengamalkan dengan seluruh anggota badan apa yang dituntut oleh Al-Quran.

Fawwaz Ahmad Zamraly selanjutnya mengatakan bahwa, “Seorang mukmin yang berakal waras dan sehat, apabila dia membaca Al-Quran dia harus memahami, mendalami dan menghayati Al-Quran sehingga Al-Quran bagaikan cermin yang dengannya dia dapat melihat di dalam Al-Quran apa yang baik yang harus dilakukan, dan dapat melihat yang buruk yang harus ditinggalkan. Apa yang diminta ditinggalkan oleh Al-Quran, harus dia tinggalkan. Apa yang diminta ditakuti dari siksaannya, dia harus takuti. Apa yang dicintai dan disukai oleh Allah, harus dia penuhi dan mengharapkannya.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan, "Demi Allah, bukanlah cara mengambil pelajaran dari Al-Qur'an itu dengan menghafal huruf-hurufnya, tetapi menyia-nyiakan batasan-batasannya, sehingga seseorang dari mereka (yang tidak mengindahkan batasan-batasannya) mengatakan" Aku telah membaca seluruh Al-Qur'an', tetapi pada dirinya tidak ada ajaran Al-Qur'an yang disandangnya, baik pada akhlaknya ataupun pada amal perbuatannya."

Dari pembahasan ini semoga menjadi motivasi untuk lebih dekat dengan Al-Quran dengan tidak hanya istiqomah membacanya tapi juga mentadabburi Al-Quran.

 

وَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءٍ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ، وَخَلَاءُ الْبَطْنِ، وَقِيَامُ اللَّيْلِ، وَالتَّضَرُّعُ عَنِ السِّحْرِ، وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِينَ Artinya, “Obat hati itu ada lima: mambaca Quran dengan merenungi (tadabbur) maknanya, mengosongkan perut (puasa), menegakkan malam (dengan beribadah), berdzikir khusyuk di waktu sahur, dan bergaul dengan orang-orang saleh.”

Sumber: https://www.nu.or.id/hikmah/ibrahim-al-khawwash-ulama-sufi-pemilik-segudang-kata-mutiara-dPw5U


___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)
دَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءٍ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ، وَخَلَاءُ الْبَطْنِ، وَقِيَامُ اللَّيْلِ، وَالتَّضَرُّعُ عَنِ السِّحْرِ، وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِينَ Artinya, “Obat hati itu ada lima: mambaca Quran dengan merenungi (tadabbur) maknanya, mengosongkan perut (puasa), menegakkan malam (dengan beribadah), berdzikir khusyuk di waktu sahur, dan bergaul dengan orang-orang saleh.”

Sumber: https://www.nu.or.id/hikmah/ibrahim-al-khawwash-ulama-sufi-pemilik-segudang-kata-mutiara-dPw5U


___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)
Read More

Kamis, 27 November 2025

Published November 27, 2025 by Media Dakwah with 0 comment

Bait Burdah ke 103-104

 لا تعجبن لحسود راح ينكرها 

تجا هلا وهو عين الحا ذق الفهم

Jangan heran, orang hasud berjalan mengingkari. Berpura-pura bodoh padahal ia memahami 

Setelah penyair mensifatkan ayat-ayat Al-Quran dengan sifat-sifat yang disebutkan pada bait-bait sebelumnya, sehingga seseorang merasakan bagaimana menakjubkannya ayat-ayat Al-Quran. dan ketika ia berkata, "kalau demikian kenapa orang-orang kafir itu tetatp ingkar? 

kemudian dijawab dalam bait  لا تعجبن--- yaitu seharusnya tidak usah heran dengan keaadaan mereka orang-orang kafir, karena penyebabnya di sini adalah kedengkian (sifat hasud) yang menyebabkan mereka orang-orang kafir tetap ingkar terhadap keagungan Al-Quran yang sudah jelas dan tampak oleh mata mereka. mereka berpura-pura bodoh walau sebenarnya mereka mengetahui keagungan Al-Quran

 قد تنكر العين ضوء الشمس من رمد

وينكر الفم طعم الماء من سقم

Mata sakit tak percaya cahaya matahari, Rasa air, mulut sakit mengingkari 

Keadaan orang yang sedang terkena penyakit hasud yaitu seperti mata yang sedang sakit sehingga tidak dapat melihat sinar matahari. dan seperti mulut yang sakit yang tidak dapat mersakan rasanya air  

Keterangan bahaya sifat hasud (dengki) dalam kitab Bidayatul hidayah

القول في معاصى القلب


اعلم أن الصفات المذمومة في القلب كثيرة، وطريق تطهيرِ القلبِ من رذائلها طويلة، وسبيلَ العلاج فيها غامض، وقد اندرسَ بالكلية علمُه وعمَله؛ لغفلة الخلق عن أنفسهم واشتغالهم بزخارفِ الدنيا.


وقد استقصينا ذلك كله في كتاب (إحياء علوم الدين) في رُبع المهلكات وربع المنجيات، ولكنا نحذرك؛ فإنها مهلكات في أنفسها، وهي أمهات لجملة من الخبائب سواها: وهي الحسد، والرياء، والعجب؛ فاجتهد في تطهير قلبك منها؛ فإن قدرتَ عليها فتعلم كيفيةَ الحذَر من بقيتها من ربع المهلكات. فإن عجزت عن هذا، فأنت عن غيره أعجز.
ولا تظن أنك تَسلمُ بنية صالحة في تعَلَّم العلم، وفي قلبك شيء من الجسد والرياء والعجب، وقد قال صلى الله عليه وسلم: (ثلاث مهلكات: شح مطاع، وهوى متبع، وإعجاب المرء بنفسه(

الحسد

أما الحسد: فهو متشعب من الشُّحِّ، فإن البخيلَ هو الذي يَبخل بما في يده على غيره، والشحيح هوالذي يبخل بنعمة الله تعالى وهي في خزائن قدرته تعالى، لا في خزائنه، على عباد الله فشحُّه أعظم، والمحسود هو الذي يشُقُّ عليه إنعامُ الله تعالى من خِزائن قُدرته، على عبد من عباده بعلم أو مال أو محبة في قلوب الناس، أو حظّ من الحظوظ، حتى أنه ليُحب زوالها عنه، وإن لم يحصُل له بذلك شيء من تلك النعمة؛ فهذا منتهى الخبث؛ فلذلك قال النبي صلى الله عليه وسلم: )الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النارالحطب(


والحسود هو المعذَّب الذي لا يُرحَم، ولا يزال في عذاب دائم في الدنيا إلى موته، ولعذابُ الآخرة أشد وأكبر.


بل لا يصِلُ العبدُ إلى حقيقة الإيمان ما لم يُحِبَّ لسائر الناس ما يُحِبُّ لنفسه، بل ينبغي ان يساهِمَ المسلمين في السراء والضراء؛ فالمسلمون كالبنيان الواحد يشد بعضه بعضا، وكالجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو اشتكى سائر الجسد. فإن كنت لا تُصادفُ هذا من قلبك، فاشتغالك بطلب التَخَلَّصِ من الهَلَاك أهم من اشتغالك بنوادر الفروع وعلم الخصومات.


Read More